• slide 1

    Bahan Seragam

    Menerima Pesanan Bahan Seragam untuk Seragam Kerja Perusahaan Anda...

  • slide 2

    Bahan Rasio

    Berkualitas dan terjangkau adalah moto kami untuk produk-produk Textileone yang berada dalam kelompok CAREER COLLECTION...

  • slide 3

    Bahan Nina Klein

    Merupakan koleksi tekstil berkualitas tinggi untuk profesional yang mendambakan pakaian yang prima setiap harinya...

  • slide 4

    Bahan Element

    Berkualitas dan terjangkau adalah moto kami untuk produk-produk Textileone yang berada dalam kelompok CAREER COLLECTION...

  • slide 5

    Bahan Progressive

    Merupakan koleksi tekstil berkualitas tinggi untuk profesional yang mendambakan pakaian yang prima setiap harinya...

  • slide nav 1

    Bahan Seragam

    Menerima Pesanan Bahan Seragam untuk Seragam Kerja Perusahaan Anda...
  • slide nav 2

    Bahan Rasio

    Berkualitas dan terjangkau adalah moto kami untuk produk-produk Textileone yang berada dalam kelompok CAREER COLLECTION...
  • slide nav 3

    Bahan Nina Klein

    Merupakan koleksi tekstil berkualitas tinggi untuk profesional yang mendambakan pakaian yang prima setiap harinya...
  • slide nav 4

    Bahan Element

    Berkualitas dan terjangkau adalah moto kami untuk produk-produk Textileone yang berada dalam kelompok CAREER COLLECTION...
  • slide nav 5

    Bahan Progressive

    Merupakan koleksi tekstil berkualitas tinggi untuk profesional yang mendambakan pakaian yang prima setiap harinya...
  • slide nav 6

    Jacket

    Seragam Kerja yang biasa di pakai di dalam atau diluar Kantor terutama kalau ada acara tugas keluar

Distributor online Bahan Seragam

Suport Service : Telpon 021 7356 891 Fax 021 73 555 33
HP : 0813 1545 6872 / 0877 8193 4534 / 0856 9222 5679

FB : www.facebook.com/Bahan.Seragamkerja.co.id
Twitter : https://twitter.com/infoseragam

Delete this element to display blogger navbar

Indonesia Jadi Kiblat Busana Muslim

Diposting oleh Rohman RoRaSH Al Banna di 19.42
Pemerintah diminta fokus memperhatikan UMKM busana muslim. Hal ini disampaikan Manager Corporate Communications Telkomsel Area Jawa Bali, Sri Ambar Yusmeniwati.

Menurut dia, mayoritas kaum hawa Indonesia gemar menyisihkan sedikit anggaran belanja bulanan demi melengkapi koleksi busana muslimnya. Tak jarang merekapun rela bepergian jauh di luar daerahnya guna mendapatkan model yang diinginkan walaupun mengeluarkan banyak dana dan membuang waktu lama.




Terkait perkembangan beragam pakaian bernuansa Islami di Tanah Air, Sri yang akrab disapa Menik, menilai dari waktu ke waktu warga muslim di penjuru Nusantara bisa melihat mode busana tersebut lebih memiliki varian terkini dibandingkan negara lain.

Apalagi, pergerakan tren berbusana muslim di luar Indonesia pada umunya sangat lambat dan model - model pakaiannya terkesan kurang mengikuti perkembangan zaman. Bahkan, cenderung tidak berubah dari masa ke masa.

"Sementara di Indonesia, mode busana muslim justru sudah menjadi pusat inspirasi masyarakat muslim di Negeri Jiran. Tak menutup kemungkinan bisa diminati pasar muslim sedunia," ulas perempuan yang sering tampil modis dengan jilbab dan rok panjang itu.

Sementara itu, kemajuan dunia busana muslim di Indonesia tidak hanya terhenti pada hiruk - pikuk kondisi perekonomian nasional atau hubungan antara konsumen dan produsen. Akan tetapi muncul fenomena lain yakni lahirnya beragam komunitas perempuan berbusana muslim "hijabers" di sejumlah titik di Negara Maritim tersebut. Semisal, di Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Selain itu, terbuka peluang hadirnya komunitas serupa di kota - kota lain di Indonesia. Ceruk pasar menjanjikan untuk dibukanya komunitas tersebut di antaranya berada di wilayah di Jawa Timur, di manakental akan nuansa Islam misal, Gresik, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, dan Jombang.

Pemilik Butik Busana Muslim Online di salah satu jejaring sosial, Zakhiyah Sholikhah,mengatakan alasan membuka usaha busana muslim untuk menjalin silaturahmi dengan saudara, teman, dan keluarga muslim lainnya.

Selain itu, pihaknya ingin membantu melestarikan dakwah untuk berpakaian sopan. Jika "gamis" dulu sangat dijauhi saat ini merupakan produk paling digemari. Kalau dulu atasan wanita yang ukuran bajunya besar tidak disukai sekarang paling dicari contoh "tunik".

Atmosfer positif bisnis busana muslim itu semakin memengaruhi peningkatan omzet butik "online"-nya yang didirikan per Mei 2011. Kini, omzetnya per bulan naik menjadi Rp10 juta, sedangkan awal dibuka hanya Rp5 juta per bulan.

"Dengan kenaikan itu, kami yakin sampai akhir 2011 mengalami peningkatan omzet 500 persen," ujarnya, optimistis. Besaran omzet tersebut, imbuhz dia, didukung jaringan pasar yang luas baik teman kantor, tetangga perumahan, dan keluarga dekat. Untuk konsumen "online" mayoritas berasal dari Solo, Magelang, Pontianak, Tangerang, Blitar, Gresik, dan Bogor.(antara)


http://kerockan.blogspot.com/2011/07/indonesia-jadi-kiblat-busana-muslim.html

0 komentar :

Posting Komentar

 
Twitter DeliciousFacebook Digg StumbleuponMore