• slide nav 1

    Pakaian Harian

    Seragam Kerja yang biasa di pakai di Kantor sehari-hari spt kemeja berkerah ...
  • slide nav 2

    Jacket

    Seragam Kerja yang biasa di pakai terutama kalau ada acara tugas keluar
  • slide nav 3

    Pakaian Harian T Shirt

    Seragam Kerja yang biasa di pakai nyantai tapi formal untuk poloshirt, dan suasana santai untuk kaos tak berkerah
  • slide nav 4

    Pakaian Resmi

    Seragam Kerja yang biasa di pakai di dalam acara acara resmi
  • slide nav 5

    Kemeja PDH

    Seragam Kerja yang biasa di pakai di Kantor sehari-hari spt kemeja berkerah .....
  • slide nav 6

    Jacket

    Seragam Kerja yang biasa di pakai di dalam atau diluar Kantor terutama kalau ada acara tugas keluar

Distributor online Bahan Seragam

Suport Service : Telpon 021 7042 0506 Fax 021 735 6890 HP : 08389 606 3461 ( Rohman Rorash )
FB : www.facebook.com/Bahan.Seragamkerja.co.id
Twitter : https://twitter.com/infoseragam

Delete this element to display blogger navbar

0 Elle Cavali


Merupakan koleksi tekstil berkualitas tinggi untuk profesional yang mendambakan pakaian yang prima setiap harinya.  Dengan teknik pemintalan dan proses “finishing” yang inovatif (seperti water & dust repellent, natural touch, dll.), setiap jenis tekstil yang berada dalam kelompok Professional Collection dibuat untuk menghasilkan kenyamanan dan penampilan yang prima bagi para profesional yang berjiwa dinamis.









Read more

0 Nina Klein

Nina Klein dari Profesional Female Colektion Merupakan koleksi tekstil berkualitas tinggi untuk profesional yang mendambakan pakaian yang prima setiap harinya.  Dengan teknik pemintalan dan proses “finishing” yang inovatif (seperti water & dust repellent, natural touch, dll.), setiap jenis tekstil yang berada dalam kelompok Professional Collection dibuat untuk menghasilkan kenyamanan dan penampilan yang prima bagi para profesional yang berjiwa dinamis.










Read more

0 New Best Way Airmaxx

New Bestway Airmaxx di tenun menggunakan teknik tenun khusus inovasi Textileone dengan mesin AIRJET yang menghasilkan kain dengan kenyamanan optimal untuk kebutuhan pakaian kerja sehari-hari yang adem, nyaman dan trendy.

Cocok untuk segala jenis office wear, corporate uniform dan pakaian dinas harian.










Read more

0 Kepesta mau pakai apa??

Kebaya kini tidak lagi sesuatu yg konvensional. Namun menjadi salah satu pilihan tepat utk digunakan ke acara pesta.

Namun utk mendapatkan tampilan berkebaya maksimal, berikut teknik penggunaan kebaya modern maupun konvensional yg tepat agar tidak terlihat aneh.

Paduan Warna, Gaya Dan Budaya

Kebaya modern kini makin berani dgn beragam modifikasi, mulai dari kesan lady-like hingga edgy. Kombinasi beberapa rona dalam satu kebaya juga mudah ditemukan, namun sebaiknya anda hati-hati.

Perpaduan hijau tua dan maroon, pink dan hijau muda, ungu dan emas, merah dan emas, atau putih dan pink adalah palet menarik yg tetap tampak elegan. Ketika Anda mencap diri sebagai wanita masa kini, Anda juga perlu mempertimbangkan sisi budaya pada suatu kebaya.

Pilih kebaya sesuai bentuk tubuh

Bila Anda berniat menggunakan kebaya modern maupn konvensional, hendaknya Anda memilih model kebaya yg disesuaikan bentuk tubuh Anda. Jangan hanya karena Anda menyukai model atau karena model sedang tren Anda membeli kebaya tertentu. Karena hal yg lebih penting adalah memilih kebaya modern maupn konvensional yg disesuaikan bentuk tubuh.

Pilih penjahit terbaik

Kunci dari kebaya modern maupn konvensional yg baik adalah bentuknya yg melekat tepat di tubuh. Jangan kenakan kebaya yg terlalu longgar, namun juga jangan yg terlalu ketat.

Jangan kalahkan sang pengantin

Menjadi belle of the ball atau yg tercantik di pesta adalah keinginan semua wanita. Tetapi Anda tak perlu memakai kebaya dgn embellishment yg berlebihan atau ekstrem demi mencuri semua pandangan.

Kenakan tata rias yg memancarkan keunggulan wajah anda dan tata rambut Anda menjadi sesuatu yg simple namun berkelas. Ingat bahwa Anda adalah seorang tamu, bukan seorang rival dari sang pengantin.


Sumber: inilah.com
Read more

0 Accura Gold

Accora By Bellini is Superior fabric made with perfect touch and superior fabrik processing technology By Bellini.





Read more

0 Alldressedup, Gaya Perempuan Urban

KOMPAS.com - "I was all dressed up at six!" adalah jawaban Tina Tan-Leo ketika ditanya suaminya, Lionel Leo, mengenai bagaimana dan kapan passion-nya terhadap fashion dimulai. Kalimat itu lalu menjadi filosofi brand lokal Singapura yang mereka dirikan ini dalam mendesain busana untuk perempuan urban. Dengan selera dan pandangan mereka yang jauh ke depan, serta tim desainer, spesialis produksi, dan penata gaya yang kreatif, label ini berhasil menjangkau pasar di tingkat internasional.
Brand ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2005, dan secara rutin berpartisipasi dalam ajang fashion tahunan, Singapore Fashion Festival. Event ini jelas memberi peluang bagi brand ini untuk dikenal secara luas di skala regional maupun internasional. Berkat aktivitas marketing, branding, dan distribusi yang intens pula mereka berhasil mengikuti pekan mode bergengsi seperti New York dan Paris Fashion Week.
Koleksi alldressedup juga dapat ditemukan di berbagai department store terkemuka seperti Saks Fifth Avenue (Amerika), Lane Crawford (Hong Kong), Net-a-Porter (Amerika dan Inggris), dan Biffy (Italia). Selain, brand ini juga berhasil mendapat publikasi di majalah Vogue, Elle, InStyle, Harper’s Bazaar, hingga Financial Times, Time, O, dan Newsweek.
Kunci dari kesuksesan brand ini adalah kemampuan mendesain rancangan yang wearable namun sangat berkelas. Segmen pasar mereka adalah perempuan urban yang stylish, percaya diri, dan tidak mudah terpengaruh tren musiman yang cepat berlalu. Hal ini terlihat dari para undangan yang menghadiri peragaan busana koleksi Autumn/Winter 2011 dari alldressedup dalam sesi Audi Fashion Festival di Ngee Ann City Civic Plaza, Singapura, Selasa (17/5/2011) lalu. Berbagai gaya busana ditampilkan para perempuan undangan ini, dan tak satupun dari mereka yang memilih sentuhan yang sama.
Sebanyak 30 busana diperagakan dalam fashion show yang merupakan bagian dari event Asia Fashion Exchange 2011 ini. Rancangan alldressedup cenderung mengaburkan batas-batas antara fashion dan seni, feminin dan maskulin, serta mempertentangkan banyak aspek. Koleksi mereka hadir dalam versi yang paling sederhana seperti little black dress, cocktail wear, pants, short pants, jumpsuit, hingga outerwear.
Sisi feminin dan maskulin bertemu ketika outerwear berupa jaket kulit berpadu serasi dengan gaun-gaun cocktail, atau blazer dari wol berwarna kelabu yang menutup atasan motif print dengan leher beraksen ruffle. Materi yang keras seperti kulit dipadukan dengan bahan yang lembut seperti sifon. Ada pula overcoat dengan bahan wol yang menjadi lebih soft dengan balutan scarf warna pink.
Beberapa koleksi alldressedup juga menggunakan motif animal print seperti leopard atau cheetah. Motif ini muncul dalam bentuk baju terusan, bawahan, scarf, dan blazer. Selain dipadukan dengan bahan polos atau hanya menjadi aksen di bagian dada, ada pula blazer print yang ditumpuk dengan gaun print dengan pola yang berbeda.
Jumpsuit sedang menjadi tren saat ini, dan alldressedup sedikit memanjakan penggemar dengan beberapa koleksi jumpsuit-nya. Jumpsuit warna kelabu dengan aksen berupa simpul di pinggul dikenakan dengan kardigan panjang warna gading. Jumpsuit dengan halter neck dan model kemben juga cukup menarik. Satu tali pundaknya hanya diselempangkan di pundak lalu dijepit dengan ikat pinggang atau bros.
Selain koleksi busana, alldressedup juga menampilkan koleksi aksesorinya yang terdiri atas tas, clutch, kalung, gelang, dan belt. Dan siapa bilang gaun bermotif print tak boleh dikenakan dengan kalung bergaya etnik? Alldressedup menunjukkan bahwa Anda boleh melakukan apa saja sesuai dengan gaya pribadi Anda.

http://female.kompas.com/read/2011/05/26/16164197/Alldressedup.Gaya.Perempuan.Urban
Read more

0 6 Item Klasik yg Timeless..

Mengenakan pakaian yg sedang in dapat menunjang penampilan dan membuat seseorang lebih percaya diri. Tetapi utk menjadi trendsetter, Anda tidak perlu membeli pelbagai pakaian di grosir baju utk keluaran baru.

Berikut Benda Fashion Yg Wajib Anda Miliki Utk Tampil Fashionable
Little Black Dress
Little black dress adalah busana yg wajib dimiliki setiap wanita. Terusan mini hitam ini merupakan busana paling aman utk dipakai ke acara pesta. Pilih bahan yg membuat Anda nyaman bergerak seperti katun dan nylon. Dapatkan tampilan sempurna dgn memadukan clutch bag, sepatu pumps hitam dan aksesori.

Kemeja Putih
Kemeja putih sangat penting bagi wanita utk menunjang setiap aktivitasnya. Dgn kemeja model ini, Anda dapat memadukannya dgn celana atau rok pensil. Kenakan kemeja putih lengan pendek utk tampil lebih kasual.

Aviator Sunglasses
Tren model kacamata setiap tahun berubah. Tetapi utk mendapatkan kesan klasik, chic dan awet muda, Anda harus memiliki aviator sunglasses. Kacamata yg memiliki garis tangkai di atas framenya ini, selalu menjadi tren setiap tahun.

Cashmere Cardigan
Cardigan dari bahan cashmere teksturnya lembut, mewah dan nyaman dikenakan. Dgn kesempurnaan pada potongan layer, cardigan ini didesain dgn sentuhan kasual yg membuatnya menjadi tren setiap saat.

Trench Coat
Trench coat merupakan salah satu barang klasik yg semakin digemari saat ini. Pilihlah trench coat dgn bahan yg tidak terlalu tebal agar dapat dikenakan di pelbagai kesempatan. Selain itu trench coat dapat menjadi alternatif blazer agar semakin bergaya ke kantor.

Dress Tanpa Lengan
Dress tanpa lengan atau sleeveless shift dress merupakan must have fashion item sejak tahun 1950-an. Banyak wanita memilih mengenakan model dress tanpa lengan ini dgn desain yg simpel utk keseharian mereka. Dress yg dipakai dalam keseharian akan sangat menunjang penampilan Anda.

Sumber: wolipop.com
Read more

0 Strevo

A Unique Colour Technology In Superior Wool-Touch Fabrics.

What makes or Superior Wool-Touch Fabrics Suiting. Exceptional??

A unique color Technology that allow you to select suit and trousers. Simply scoose our fabric and order for your statisfaction.

Read more

0 Padu Padan Baju Gamis

BUKAN hanya busana kontemporer yang punya panduan tren, busana muslim pun memiliki acuan gaya. Untuk tahun 2011, gaya praktis, urban, dan sentuhan multibudaya menjadi garis besar dalam berbusana.

Sebenarnya, tren busana muslim tidak jauh bergeser dari tren tahun 2010 yang sudah mengarah pada gaya plural dan kental dengan sentuhan multibudaya. Namun, tetap saja saat berbicara mengenai busana muslim, pastilah tidak jauh berkisar dari tunik dan gamis. Padahal, di luar kedua jenis busana tersebut, banyak yang bisa dijadikan referensi gaya. Apalagi pada 2011 yang semakin membebaskan fashionista muslim untuk berekspresi dengan mode.




Hal tersebut ditegaskan Malik Moestaram, desainer muda yang baru-baru ini menggeluti busana muslim. Dia melihat kecenderungan kaum muslim urban masa kini yang berciri multibudaya. Mereka menerima berbagai budaya dunia dan memadukannya dalam satu penampilan apik.

“Multibudaya adalah bahasa mode yang menunjukkan citra universal. Dan, saya ingin menyuguhkan sesuatu yang bergaya internasional,” sebut Malik yang kemudian menuangkan hal tersebut dalam gaya berpakaian wanita modern yang bisa memberikan multicultural look yang tengah digemari pasar.

Namun, jika ingin tampil bergaya universal dengan citra effortless, Anda cukup menggunakan rumus padu padan dari busana yang ada dalam lemari. Misalnya, jika Anda memiliki kemeja lengan panjang, padukan saja dengan rompi rajut, dasi, dan celana pipa untuk mendapatkan tampilan preppy look ala siswa asrama. Sementara, bila citra feminin yang ingin Anda hadirkan, cukup kenakan terusan berpalet manis di atas denim.

Jangan ragu memadukan beberapa warna sekaligus untuk mendapatkan total look berbeda.

Warna tampaknya sesuai dengan garis tren 2011 yang mengandalkan palet ceria. Desainer busana muslim Indonesia pun mempersembahkan koleksi dalam tone cerah. Panggung kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta menjadi saksi betapa perancang busana muslim Indonesia tidak lagi terpaku pada kaidah agama semata, juga mulai luwes dalam mengadaptasi kebutuhan konsumen. Apalagi, kini mereka menyajikan rancangannya dalam kemasan yang lebih simpel, praktis, dan tentu saja bergaya kontemporer.

Padu padan sebenarnya tidak hanya berlaku dalam hal kombinasi warna. Berbagai bentukan busana pun bila dipadukan secara tepat bisa menghasilkan tampilan yang memikat. Coba saja padukan tunik panjang bermotif dengan vest polos berwarna putih, kenakan bersama rok panjang bervolume, dan jadilah penampilan unik ala kaum hippies. Sebagai pemanis, tambahkan kalung panjang dan bangles kayu. Kenakan juga sandal tali bersol datar untuk melengkapi penampilan.

Anda juga bisa menggunakan baju gamis bergaya overslag yang dipadu bersama obi untuk mendapatkan tampilan yang berbeda. Ingat, di sini padu padan warna bisa menjadi faktor penentu tampilan keseluruhan. Bila Anda berani, kombinasikan saja dua warna dari kutub berbeda. Misalnya abu-abu dan merah, atau ungu dan kuning. Namun, jika ingin bergaya netral, kombinasikan dua palet klasik, layaknya hitam dan putih ataupun krem dan cokelat.

sumber:okezone
Read more

0 Design Untuk Kemeja



Kebutuhan manusia akan tiga hal, pakaian, makanan dan tempat tinggal, merupakan kebutuhan yang sama sekali tidak bisa dikesampingkan. Ketiga hal tersebut menjadi alasan utama banyak manusia rela banting tulang dari pagi hingga petang, kadang sampai malam.

Kemeja dan Simbol Keresmian.

Design baju kemeja dari tahun ke tahun memang berubah meskipun perubahan yang terjadi tidak  terlalu mencolok. Design paten yang dimiliki kemeja masih beerkutat dengan kancing yang berderet di sepanjang baju bagian depan. Meskipun demikian, tidak banyak yang tahu bahwa design kemeja seperti ini baru di temukan pada 1871.
Jenis pakaian yang tersedia kini juga sudah mulai beragam. Namun, tampaknya kemeja merupakan model baju yang paling tidak peka terhadap kemajuan zaman. Kemeja seolah sudah menjadi simbol keresmian bagi siapapun yang mengenakannya.

Read more

0 Model Baju 30-an Noni Belanda

Busana tahun 30-an adalah busana yang sering di pakai atau pernah di jumpai di Zaman Belanda Dulu, model yang anggun, dihiari berbagai aksesori yang menempel pada baji, topi dan pada bagian yang lain.
Beberapa contoh yang lainnya adalah yang tertera di bawah ini, silahkan di simak.

1. Detail draperi adalah aksentuasi gaya khas busana tahun ’30-an. Atasan asimetris dari sifon dengan draperi di dada ini memiliki tampilan sangat vintage. Namun, celana pipa lebar padanannya membuat penampilan jadi kontemporer dan berkarakter.

2. Jumpsuit selalu identik dengan karakter maskulin. Namun, kelembutan bahan satin yang diberi aplikasi payet di bagian dada membuatnya sangat seksi.

3. Memadukan blazer dan rok pensil adalah salah satu kegemaran Garbo. Model asimetris dengan rok tulip ini merupakan alternatif gaya untuk mengadaptasinya. Agar warna hitam terlihat lebih elegan, kenakan tank top putih sebagai dalaman.

 4. Trench coat adalah salah satu busana ikonik Garbo di era ’40-an. Kali ini diadaptasi lewat trench dress  selutut  berpotongan tegas dengan lilitan tali khas kegemaran Garbo. Kesan seksi terasa berkat tank top renda yang mengintip di dada.

Tip mengadopsi gaya Garbo
1 Garbo senang jas gombrong. Coba padukan boyfriend jacket dengan rok pensil atau carrot pant.
2 Baret dan scarf adalah aksesori kegemarannya. Kenakan salah satu saja, jangan keduanya.
3 Sepatu maskulin, seperti oxford heels, ankle boot, dan gladiator heels.

Read more

0 Savana

Bellini Savana.
Dengan Variasi warna Terbanyak di kelasnya, memungkinkan setiap pribadi tampil beda dengan warna kombinasi warna yang sempurna, baik bagi busana karir/kerja bagi pribadi, profesio9nal, ataupun bagi keperluan seragam perusahaan. peranan seragam sangatlah penting untuk memberikan kesan pertama yang tidak terlupakan karena dia mengkomunikasikan siapakah anda. Tiada kompromi, begitu juga untuk setiap pribadi yang ingin tampil profesional.

Read more

0 New Chinos

Kami persembahkan New Chinos dari Textile One. Textile Terbaik dengan Harga paling terjangkau untuk seragam anda: Warna Cemerlang, tahan lama, nyaman dan "Stylish" Di expor ke Jepang untuk seraganm sekolah Internasional. Seragam Rumah Sakit, dan Seragam Kantor lainnya.






Read more

0 Pola (Menjahit) dan cara Membuatnya


Pola (menjahit)
Dalam menjahit atau desain busana, pola adalah potongan-potongan kertas yang merupakan prototipe bagian-bagian pakaian atau produk jahit-menjahit. Pola dijadikan contoh agar tidak terjadi kesalahan sewaktu menggunting kain. Selain memakai pola buatan sendiri, orang dapat menjahit di rumah dengan memakai pola siap pakai (pola jadi) yang diterbitkan majalah wanita.
Sewaktu membuat pakaian, pola disesuaikan dengan ukuran-ukuran bentuk badan dan model pakaian. Untuk pakaian yang dijahit menurut pesanan, sebelum pola dibuat, bagian-bagian tertentu dari tubuh pemakai diukur satu demi satu dengan pita ukur. Bagian-bagian tubuh yang diukur mulai dari ukuran lingkar leher, lebar dada, panjang dada, hingga lingkar pinggang dan panjang punggung. Sebelum digambar dalam ukuran sebenarnya, rancangan pola juga dapat digambar dalam ukuran kecil berdasarkan skala di dalam buku kostum.

Pola dasar

Pola dasar untuk berbagai jenis busana seperti blus, rok, gaun, atau kemeja sudah dapat dijadikan contoh untuk menjahit, namun belum memiliki model. Rok dari pola dasar misalnya, hanya dapat dilengkapi ritsleting di bagian belakang, tapi belum memiliki model, lipit, atau kerut. Sewaktu dibuat, ukuran pola dasar disesuaikan dengan ukuran badan pemakai atau dipakai ukuran standar badan yang umum (S, M, L) untuk pria, wanita, atau anak-anak.
Pola dasar pakaian wanita misalnya, terdiri dari:
  • Pola dasar badan muka dan belakang (pola badan bagian atas, dari bahu hingga pinggang)
  • Pola dasar rok muka dan belakang (pola badan bagian bawah, dari pinggang hingga lutut atau mata kaki)
  • Pola dasar lengan (dari bahu terendah hingga siku atau pergelangan tangan)
  • Pola dasar gaun (pola badan atas yang disatukan dengan pola badan bawah).[1]
Ada dua teknik utama dalam membuat pola dasar[2]:
  • Konstruksi datar (pola datar, bahasa Inggris: flat pattern-drafting).
Konstruksi datar adalah menggambar pola di atas kertas dengan memakai pengukuran-pengukuran yang akurat. Penggambar pola harus dapat membayangkan hasil akhir bila pola telah dipindahkan ke atas kain, dan selesai dijahit sebagai pakaian. Dalam menggambar pola dengan teknik konstruksi datar dikenal metode-metode yang diberi nama berdasarkan nama penciptanya, misalnya: Danckaerts, Cuppens Geurs, Meyneke, Dressmaking, dan So-En.
  • Konstruksi padat (pola draping, bahasa Inggris: blocks)
Pola dibuat dengan cara menyampirkan kain muslin atau belacu di boneka jahit atau langsung di atas badan pemakai. Kain disematkan dengan jarum pentol sambil diatur agar sesuai dengan bentuk tubuh boneka jahit. Kain di bagian kerung lengan, kerung leher, dan bagian pinggang digunting sesuai desain pakaian yang diingini. Bila dibuat dari kain, potongan-potongan pola sudah selesai dapat dijahit untuk dijadikan prototipe pakaian. Setelah pakaian selesai dijahit, boneka jahit kembali dipakai untuk mengepas pakaian dan melihat jatuhnya jahitan.

Pengembangan pola dasar

Pecah pola (pecah model, bahasa Inggris: pattern drafting) adalah proses mengubah pola dasar menjadi pola yang sesuai dengan model busana. Caranya antara lain dengan memindahkan lipit, memotong, menyambung, atau memanjangkan dan memendekkan (menambahkan atau mengurangi ukuran) pada bagian-bagian tertentu pada pola dasar.
Pola dasar rok, misalnya, dapat diubah menjadi pola rok berbagai macam model. Pola dasar rok yang dikurangi lebar bagian bawah akan menjadi pola rok span. Begitu pula halnya dengan jenis-jenis pakaian yang lain. Bagian bawah pola dasar celana panjang bila dipendekkan hingga beberapa sentimeter di atas lutut akan menjadi pola celana bermuda.
Sebelum kain digunting, potongan-potongan pola disusun di atas kain. Garis-garis seperti batas kampuh atau garis kupnat dijiplak ke atas bagian buruk kain dengan memakai rader dan karbon jahit. Kapur jahit dipakai untuk menuliskan tanda-tanda sementara di atas kain yang tidak dapat dibuat memakai rader.

Tanda-tanda

Sejumlah tanda-tanda (simbol) dipakai pada pola untuk memberi instruksi sewaktu menggunting kain dan menjahit. Dengan memakai tanda-tanda pada pola, pembuat pola juga dapat menyampaikan instruksi kepada orang lain.
Tanda-tanda di antaranya dapat dipakai untuk memberi tahu posisi corak kain, cara menggunting kain, cara menyatukan bagian-bagian pakaian, jenis jahitan, garis-garis saku, dan posisi lubang kancing. Garis dengan pensil hitam berarti garis tepi untuk pola asli, garis merah berarti garis tepi pola bagian muka, dan garis biru berarti garis tepi pola bagian belakang.

Alat untuk membuat pola


http://id.wikipedia.org/wiki/Pola_%28menjahit%29
Read more

0 Ingin Tampil Anggun di Kantor, Tapi Kok Susah???

Siapa bilang mau tampil anggun itu susah?? Mudah kok, Anda cukup mengenakan Busana yang sederhana namun cocok dan pas di tubuh anda,. misalnya anda memakai daster atau baju yang menutupi tubuh anda secara keseluruhan, utamakan memakai busana yang tidak begitu ketat, dan cobalah menggunakan Jilbab sekali pakai, agar gak ribet, kemudian tambahkan beberapa aksesoris seperti mute, ataupun bros, tapi yang kecil saya, tujuannya sebagai pemanis. dan usahakan warna Jilbab yang digunakan menyamai warna kaos yang menjadi dalamannya. karena
kesan elegan akan terpancar dari warna kerudung yang senada dengan kaus sebagai dalaman itu. Kemudian sebagai pelengkap, Tambahkan tas kulit besar agar penampilan profesional.
Untuk hari Jumat yang santai, tunik bermotif dipadankan dengan celana jins memberi kesan dinamis dan segar.
    Read more

    0 "Evening Gown" yang Mendobrak Pakem

    KOMPAS.com – Desainer Sutanto Danu Widjaja dengan berani mendobrak pakem evening gown (gaun malam) dalam peragaan busana bertema "Evening Gown" di Jakarta Fashion & Food Festival, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bila evening gown umumnya dibuat dengan tea length (hampir sepergelangan kaki) dan ballerina length (mencapai pergelangan kaki), koleksi gaun formal Sutanto muncul dengan panjang di atas lutut, bahkan berupa celana panjang dan celana pendek.
    Hal yang sama ditampilkan oleh perancang IPMI lain yang turut mengeluarkan koleksinya pada peragaan busana tersebut. Widhi Budimulia, Syahreza Muslim, Susie Hedijanto, dan Yongki Budisutisna, tampaknya tak mau terperangkap dengan konsep evening gown yang sudah lazim saat ini. Syahreza Muslim, misalnya, bahkan memadukan gaun sepanjang setengah paha dengan stoking dengan warna yang berlawanan.
    Dalam show yang digelar di Haris Hotel, Kelapa Gading, Senin (16/5/2011) lalu itu, Sutanto mengangkat tema “So Wake Up, Feeling So Sexy”. Gaun kemben, halter neck, atasan sleeveless berkerah tinggi, serta blus ala piyama yang dipadukan dengan celana pendek, muncul dalam beberapa koleksinya. Kesan feminin dan romantik dihadirkan dalam aksen lipit dan bunga, menggabungkan bahan sifon dan lace yang ringan. Warna-warnanya cenderung tegas, seperti merah, biru, tosca, ungu, dan kuning.
    Ia cukup berhasil menggabungkan koleksi bajunya dengan konsep peragaan busana yang “out of the box”. Semua modelnya mengenakan rol rambut yang memenuhi kepala, dengan sepatu yang belum lengkap terpakai, hingga memberi kesan drama yang menarik. Para model memeragakan kepanikan dan kesibukan yang biasa dialami para perempuan saat mempersiapkan diri untuk menghadiri pesta.
    Tema “Flights to Romance” yang diusung Widhi Budimulia justru bertolak belakang dengan konsep peragaan busana Sutanto. Widhi mengeluarkan koleksi yang sederhana, minimalis, namun tetap elegan. Bahan yang digunakan untuk koleksinya adalah tafeta, stripe, lace, dan sifon. Warna yang dipilih lebih condong ke abu-abu, off white, krem, dan coklat tanah.
    Gaya feminin juga diterapkan oleh Yongki Budisutisna, yang terinspirasi gaya artis-artis Hollywood dalam  tema “La Beaute Faminine”. Warna yang dipilih kebanyakan adalah warna-warna netral seperti coklat, hitam, dan emas. Koleksinya menonjolkan siluet A, dan khusus untuk peragaan kali ini ia meminimalisasi penggunaan beads dan payet.
    Konsep colour blocking yang menjadi tren 2011 disuguhkan oleh Syahreza Muslim dengan tema “Love Colour and Romantic”. Gaun one shoulder warna biru dipadukannya dengan headpiece warna senada dan stoking merah menyala. Atasan draperi kombinasi warna merah dan krem ditabrakkannya dengan rok panjang satin warna ungu. Halter dress yang didominasi warna metalik ternyata menyatu di bagian leher dengan warna merah.
    Syahreza ingin menyampaikan konsep hidup damai penuh cinta dari koleksi-koleksi yang ditampilkannya. Pemenang Indonesia Young Designer Contest 1994 ini terinspirasi gaya zaman Romawi yang feminin dan klasik. Koleksinya bermain dengan draperi, motif lodis bunga, dan seperti Yongki Budisutisna, meminimalisasi penggunaan beads sehingga koleksinya terkesan lebih clean.
    Dengan tema “Bless Colour”, Susie Hedijanto jelas menampilkan berbagai gaun malam yang penuh warna. Koleksinya kali ini memamerkan gaun pendek, bawah lutut, dan tea length, dengan warna-warna seperti biru, hijau muda, dan merah marun. Beberapa item terdiri atas gaun panjang berwarna hijau dengan leher V yang rendah, gaun panjang warna kuning dengan aksen kerut di dada, dan gaun panjang berwarna oranye dengan garis-garis tegas pada pinggang, dada, dan atas dada.

    http://female.kompas.com/read/2011/05/20/17422920/.Evening.Gown.yang.Mendobrak.Pakem
    Read more

    0 KLE, Danjyo-Hiyoji, dan Isis Show di Singapura

    KOMPAS.com - Blueprint, pameran penjualan produk fashion tingkat Asia, digelar sebagai salah satu program dalam Asia Fashion Exchange 2011. Acara yang berlangsung di Marina Bay Sands, Singapura, 19-20 Mei 2011, ini mempertemukan desainer Singapura maupun desainer Asia lainnya dengan lebih dari 200 buyer dan konsumen. Sehingga, para desainer Asia mendapat peluang untuk memperkenalkan koleksinya di tingkat internasional.
    Tradeshow ini akan menampilkan empat zona yang terpisah, antara lain Blueprint Showcase (koleksi liburan dari desainer baru yang tengah menanjak), Blueprint Presents (koleksi kontemporer yang ditargetkan untuk ekspor skala internasional), Blueprint Next Gen (brand-brand inovatif dan memiliki selera fashion yang berorientasi ke depan), dan Blueprint Accessorize (koleksi fashion seperti tas, sepatu, dan perhiasan). Desainer yang tampil di Blueprint Showcase, misalnya, bisa saja mencuri perhatian dari talent scouter seperti Timo Weiland (New York) dan Jatalika (New York).
    Yang unik, tradeshow ini menampilkan cruise collection (all season collection, atau tidak mengenal musim), yang terdiri atas koleksi pakaian pria, pakaian wanita, dan aksesori seperti tas, sepatu, dan perhiasan. Konsumen yang berminat untuk mendapatkan koleksi brand-brand Asia seperti Seventy Eight Percent, Raoul, Chi Zhang, Max Tan, Young & Restless, KLE, Shito, dan lain sebagainya, bisa mengunjungi sesi Blueprint Emporium di tempat yang sama pada 21-22 Mei 2011.
    Blueprint juga memilih 10 brand fashion Indonesia untuk ikut memamerkan koleksinya di pameran penjualan ini. Seleksinya berdasarkan orisinalitas, keunikan, dan konsistensi setiap brand. Mereka yang berhasil lolos adalah: Some Are Thieves (mewakili Blueprint Presents), Danjyo-Hiyoji, Isis, Geulis, KLE, Monday to Sunday, dan STAB (Blueprint Next Gen), serta Kaligula, Seba Shoes, dan Soe.Hoe (Blueprint Accessorize). Mereka harus menampilkan cruise collection yang belum pernah dipublikasikan (untuk tahun 2012).

    "Ini merupakan langkah pertama untuk masuk ke industri ritel. Kami memang ingin show yang lingkupnya lebih kecil dulu, namun bisa mendapat exposure yang bagus," kata Teges Prita Soraya dari A Good Life, agensi fashion internasional dan konsultan marketing, yang mendampingi brand-brand Indonesia ini ke Singapura.
    Dari 10 brand tersebut, ada tiga brand yang mendapat kesempatan untuk menggelar show khusus di arena Blueprint. KLE, Danjyo-Hiyoji, dan Isis, masing-masing menampilkan 10 koleksinya dalam sesi Indonesian Designer Evening and Cocktail, Kamis (19/5/2011) lalu.
    Danjyo-Hiyoji mengangkat tema Neo Folk, yang dirancang dengan konsep masyarakat urban yang mengalami perubahan konstan yang sangat cepat. Pemakai brand ini adalah mereka yang berani menciptakan identitasnya sendiri. Koleksinya yang terdiri atas busana pria dan wanita banyak menggunakan bahan chiffon silks, cotton drills, twills, dan jersey, yang diperkuat dengan item yang multifungsi dan warna-warna yang tegas.

    "Tahun lalu kan koleksinya berwarna-warni. Kali ini warna yang dipakai cenderung monokrom, hitam, putih, a bit grey and sandy," tutur Dana Maulana, desainer dan pendiri Danjyo-Hiyoji, saat berbincang di Fairmont Hotel, Singapura, Selasa (17/5/2011) lalu.
    Untuk lini busana wanita, KLE mengangkat tema La Riviera. Garis pantai Italia yang eksotis menginspirasi 12 potong busana yang menggunakan warna-warna pastel dan bahan yang ringan. Satin yang berkilau, voile dan sutera yang melambai, serta sifon, katun, dan linen dengan tekstur halus, memberi kesan yang rileks.
    "Temanya itu how you leave your worries behind, and move on. Konsepnya sampai pada titik dimana hidup itu indah," ujar Kleting Titis Wigati, Creative Director KLE. Palet warna pink yang manis, peach yang kalem, kuning lembut, turquoise yang segar, dan broken white, menjadi pilihan desainer lulusan jurusan fashion design di Instituto Marangoni, Milan, Italia, ini.
    Blueprint juga menjadi ujian pertama bagi Isis, karena event ini menjadi debut koleksi Andrea Risjad. Perempuan yang dikenal sebagai ikon fashion ibukota ini dibantu desainer Amot Syamsuri Muda untuk menampilkan filosofinya mengenai "menjadi diri sendiri". Cruise collection dari brand ini terinspirasi dari gerakan seni abad pertengahan, yang sering digambarkan dengan istilah Gothic. Warna-warnanya cenderung gelap, dengan rancangan yang chic dan kasual.
    Usai unjuk diri di Asia Fashion Exchange, menurut Teges, brand Indonesia ini juga akan dibawa ke Jepang dan beberapa negara di Eropa.
    Read more

    0 Pakaian Adat Bali

    Kemben merupakan jenis pakaian, berupa kain pembalut tubuh, yang menjadi bentuk dan model dasar busana tradisional Bali, baik untuk pria maupun wanita, dari segala jenis usia, maupun dari kasta manapun mereka berasal. Bagi wanita Bali, kemben bukanlah penutup dada, tetapi lebih berfungsi sebagai penyangga payudara, sehingga keindahan bentuknya tetap terjaga. Pada masa lalu, bepergian ataupun beraktivitas tanpa penutup dada pada masyarakat Bali, termasuk kaum wanitanya adalah hal yang biasa. Meskipun demikian pada situasi-situasi tertentu mereka acap menggunakan kancrik atau tengkuluk sebagai anteng penutup dada. 
    Kancrik adalah sehelai selendang yang berfungsi sebagai penutup tubuh atau saput, yang terkadang digunakan untuk menjunjung beban sekaligus melindungi wajah dari sinar matahari. Kancrik juga digunakan sebagai tengkuluk, yaitu tutup kepala wanita Bali yang juga berfungsi sebagai alas penjunjung beban - selain kegunaannya sebagai alat untuk menahan rambut agar tetap rapi. Sementara anteng adalah selembar kain atau kancrik yang berfungsi sebagai penutup buah dada. Kemben, sabuk, saput dan anteng, serta tengkuluk untuk kepala merupakan pakaian wanita Bali dalam keseharian. Pakaian untuk pria secara lengkap adalah destar, saput dan kemben.
    Kebiasaan bertelanjang dada pada masyarakat Bali adalah tradisi yang telah berlangsung turun temurun selama ratusan tahun. Namun, meskipun dimasa lalu perangkat busana Bali lazimnya tanpa baju, masyarakat Bali mengenal dengan baik kebiasaan mengenakan baju. Kaum wanitanya sering mengenakan kebaya. Untuk kebaya berlengan panjang hingga pergelangan tangan, mereka sebut potongan Jawa, sementara yang berlengan longgar sampai di bawah siku, disebut potongan Bali. Kebaya ini umumnya terbuat dari bahan yang dibeli di pasar, meskipun ada juga yang khusus menenunnya.
    Budaya memakai baju ini tumbuh dan hidup umumnya pada lingkungan masyarakat yang telah mendapat pengaruh dari luar. Menurut sejarah, pemerintah Belanda lah yang memperkenalkannya. Demikian pula pada kaum pria, pemakaian baju dimulai oleh para ambtenaar, atau pegawai pada masa pemerintahaan Belanda. Jas tutup dan kemeja biasa digunakan. Kain batik sebagai kemben dan destar adalah pelengkapnya.
    Kain-kain yang digunakan sebagai bagian dari busana Bali terdiri dari beragam jenis. Songket, perada, endek, batik dan sutra adalah beberapa di antaranya. Kain geringsing merupakan salah satu yang terkenal karena keindahan dan keunikannya.
    Selain cara menenun dan proses pemintalan benangnya yang cukup memerlukan kesabaran dan ketelitian, proses pewarnaan kain geringsing sangat menentukan kualitas dan keindahannya. Umumnya kain geringsing memiliki tiga warna dasar, yaitu putih susu atau kuning muda, hitam dan merah. Berdasarkan warna, geringsing dapat dibedakan menjadi geringsing selem (geringsing hitam) dan geringsing barak (geringsing merah). Pada geringsing selem warna merah tampak pada bagian ujung geringsing saja. Warna hitam dan putih saja yang tampak pada bagian geringsing ini, sedangkan warna merah tidak terlihat. Adapun pada geringsingan barak atau geringsing merah, tampak tiga warna dominan, yaitu kuning muda, merah dan hitam. Warna-warna ini juga muncul pada pinggiran kain. Selain warna, kain geringsing, yang memiliki ciri keistimewaan pada teknik tenun dobel ikatnya ini, juga dibedakan menurut ukurannya. Geringsing dengan ukuran yang paling besar disebut geringsingan perangdasa. Pola ragam hiasnya pun tampak lebih lebar, karena proses pengikatannya yang berjarak lebih longgar. Geringsing berukuran menengah disebut geringsing wayang, sementara yang lebih kecil adalah geringsingan patlikur. Geringsing sabuk, anteng dan cawat adalah geringsing dengan ukuran paling kecil.
    Morif geringsing cukup banyak ragamnya. Sebagian besar inspirasinya diperoleh dari dunia flora dan fauna. Beberapa motif geringsing adalah motif wayang, wayang putri, lubeng, cecepakan, kebo, patlikur, cemplong, dan sebagainya. Motif ragam hias kain geringsing dari Tenganan Pageringsingan menampakan pengaruh unsur-unsur ragam hias dari kebudayaan asing, seperti India (patola), Cina, Mesir yang berasimilasi dengan pengaruh Hindu yang kuat, namun tetap berpadu dengan nilai-nilai budaya Indonesia asli. Secara keseluruhan, kain geringsing merupakan perwujudan dari kebudayaan Bali yang memiliki unsur keindahan seni yang tinggi dan terkesan mewah.
    Pada saat melakukan suatu upacara seperti potong gigi atau pernikahan, masyarakat biasanya mengenakan kain tenunan Bali tradisional sebagai busana lengkap dari bahan songket dan peperadan. Bagi kaum pria, busana tersebut terdiri dari udeng atau destar sebagai ikat kepala, saput atau kapuh dan kemben atau wastra. Untuk menahan kapuh, di ujungnya diikatkan secarik kain panjang sejenis selendang, yang disebut umpal. Umpal geringsing adalah yang paling dikagumi. Wanitanya memakai kemben songket, sabuk prada yang membelit dari pinggul sampai dada dan selendang songket untuk menutup tubuh, dari bahu ke bawah. di balik kemben, dikenakan selembar penuh tapih atau sinjang dari sutra berornamen penuh peperadaan mengurai ke luar melewati kemben. Berdasarkan corak busana yang dipakai, dapat diketahui status sosial dan ekonomi seseorang.
    Dalam upacara perkawinan, masyarakat Bali mengenal adanya tiga jenis busana dan tata rias pengantin, yaitu nista, madya, dan utama atau yang juga dikenal dengan payes agung. Untuk tata rias wajah tubuh dan kaki, tidak ada perbedaan yang menyolok. Sementara dalam tata busana, perbedaan terletak pada bahan yang digunakan. Untuk tingkat utama, seluruh busana dibuat dari bahan perada.
    Perhiasan yang dikenalkan oleh sepasang pengantin payes agunglah yang tampak jelas membedakan dengan tata rias dan busana tingkat nista maupun madya. Perhiasan tingkat ini utama ini memang memperlihatkan suatu kekhususan. Gelung kucir, yaitu sanggul tambahan berbentuk bulat melingkar dan terbuat dari ijuk menjadi salah satu pembeda. Dalam mapusungan (pembuatan sanggul), penggunaan gelung kuncir ini berfungsi sebagai penambahan hiasan. Gelung biasanya dihias dengan bunga-bungaan, seperti kenanga, cempaka putih, cempaka kuning dan mawar. Sementara itu, untuk hiasan kepala atau petitis, tidak digunakan lagi bunga-bunga hidup, melainkan bunga-bunga yang terbuat dari emas.
    Pelengkap petitis yaitu tajug dan perhiasan lain seperti subeng cerorot, gelang kana untuk lengan atas dan badong untuk leher semuanya terbuat dari emas demikian pula sepasang gelang naga satru, bebekeng atau pending, serta cincin.

    Pria
    Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:
    • Udeng (ikat kepala)
    • Kain kampuh
    • Umpal (selendang pengikat)
    • Kain wastra (kemben)
    • Sabuk
    • Keris
    • Beragam ornamen perhiasan
    Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.
    Wanita
    Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:
    • Gelung (sanggul)
    • Sesenteng (kemben songket)
    • Kain wastra
    • Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
    • Selendang songket bahu ke bawah
    • Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
    • Beragam ornamen perhiasan
    Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.

    Referensi : www.tamanmini.com, www.wikipedia.com 

    Read more

    0 Trik menyulam

    Terdapat berpuluh atau mungkin juga beratus jenis jahit sulam yang mencorakkan hasil sulaman yang indah. Namun disini cheq buatkan rumusan terdapat 5 jenis jahitan asas yang perlu dipelajari terlebih dahulu bagi kita yang baru mula hendak belajar sulam. Malah 5 jahitan pola sulaman asas ini juga biasa (famous) digunakan untuk produk hasil kerja tangan sulaman pada masa kini.
    5 jahitan sulaman asas ini dalam kursus sulam juga sudah cukup untuk menghasilkan suatu hasil sulaman yang indah jika digabungkan dan ditambahkan dengan kreativiti serta kombinasi warna yang menarik. Sulaman benang dan sulaman riben juga sebenarnya boleh digabungkan. Teknik / cara jahitan adalah sama, ia hanya berbeza pada jenis jarum sulam baju yang digunakan. Jenis jarum berbeza mengikut saiz benang atau riben dalam belajar sulam.
    1. Jahit Lurus (Straight Stitch)
    Cara Jahitan paling mudah iaitu jahit sulam lurus (straight stitch) namun boleh menghasilkan kesan yang berbeza mengikut bentuk dan kreativiti dalam tehnik sulam baju.
    2. Jahit Sulam Riben (Ribbon Stitch)
    Jahitan jenis ini hanya boleh diaplikasikan untuk pola sulaman riben. Riben pulak haruslah dari jenis sutera “silk ribbon”. Jahitan jenis ini membentuk daun dan kelopak bunga yang menarik.
    3. Jahit Lazy Daisy
    Biasa jahit sulam digunakan untuk membentuk daun atau kelopak bunga.
    4. Ikatan French (French Knots)
    Ikatan French sahaja sudah cukup untuk menghasilkan suatu rekaan dalam kursus sulaman yang menarik jika digabungkan serta kombinasi warna yang sesuai. Namun Ikatan French dengan motif sulam selalu digunakan untuk membentuk tengah bunga dalam proses jahit sulam.
    5. Jahitan Batang (Stem Stitch)
    Jahitan Batang dengan motif sulam biasa digunakan sebagai garisan luar sesuatu bentuk. Ia juga digunakan untuk membentuk batang bunga atau daun.
    3. Tarik benang/riben dalam jahit sulam keluar dan ulangi langkah seterusnya. Jarak dari “A-C” adalah sama dengan “C-B”
    http://cheq-sue.com/
    Read more

    0 Pesona Batik Pekalongan

    Batik Pekalongan - Bagi masyarakat Pekalongan, batik diasosiasikan berasal dari kata ”amba” dan ”titik”. Amba, tuh artinya luasnya kain yang akan dibatik, sedangkan titik sendiri mempunyai arti titik-titik dan garis-garis yang membentuk corak.


    Sejak kapan batik ada di Pekalongan, masih simpang siur. Soalnya, kita menerimanya secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

    Batik mulanya merupakan benda eksklusif, hanya dipakai kalangan kerajaan dan kerabatnya. Baru pada masa Pangeran Diponegoro saat peperangan, batik mulai memasyarakat. Konon, karena para pengawal memakai dan membawa batik serta memperdagangkannya.

    Corak batik umumnya dibagi menjadi dua, yakni batik pedalaman dan pesisiran. Contoh batik pedalaman adalah seperti di Yogyakarta dan Solo, sedangkan batik pesisiran contohnya di pantura, ya Pekalongan ini misalnya.

    Batik pekalongan pesisiran bisa dibilang lebih ”menyala”. Mengapa? Karena memiliki warna cerah terkait daerah asalnya di pantai. Jadi lebih lekat dengan alam warna-warni.

    Batik pedalaman mempunyai warna-warna gelap dengan corak pakem seperti coklat dan hitam. Saat ini, batik pesisiran banyak dicari, terutama anak-anak muda yang suka warna cerah.

    Ternyata, motif batik udah ada yang berumur ratusan tahun. Buktinya, salah satu motif udah ada sekitar tahun 1800-1900, bahkan udah pernah nyampe ke Eropa. Motif yang diangkat adalah motif dongeng rakyat Eropa, misalnya Cinderella dan Putri Salju.

    Batik pesisiran suka mengadopsi budaya lain, itu karena di pesisir pertemuan dengan dunia luar lebih sering terjadi. Hal ini menjadikan batik pesisiran berkembang lebih dinamis.

    Batik ini mempunyai motif beragam, seperti garis-garis yang menyerupai buah-buahan atau flora. Ada juga batik pesisiran yang memadukan beberapa motif seperti jlamprang dengan buketan.

    Batik pedalaman tak begitu dinamis. Jadi maklum kalau motifnya itu-itu saja, seperti parang, udan liris, dan sekar jagad. Peminat batik pedalaman kebanyakan kalangan orang tua.

    Kota Batik

    Mau tau kenapa Pekalongan terkenal sebagai Kota Batik? Ya…itu karena di Pekalongan sebagian besar masyarakatnya menjadikan batik sebagai sumber penghasilan, baik menjadi pengusaha batik, pedagang batik, maupun perajin batik.

    Para pengusaha batik di kota ini memiliki ciri khas masing-masing dalam memproduksi batiknya. Hal ini dilakukan agar mereka mampu bertahan dari persaingan pasar.

    Banyak kendala yang dihadapi, seperti sulitnya mengimbangi harga bahan baku. Konversi minyak tanah ke gas juga membuat perajin kecil kelimpungan karena harus menyesuaikan diri ke tradisi kompor gas yang mahal.

    Problem lainnya adalah soal modal. Industri batik rumahan sulit mengakses lembaga permodalan karena kebanyakan mereka benar-benar rumah tangga biasa yang pas-pasan keuangannya.

    Meskipun demikian, Pekalongan tetap eksis dan kreatif. Buktinya, motif-motif baru selalu bermunculan yang selain bagus dan beragam, juga menarik minat pelanggan segala umur.

    Mereka ada yang bereksperimen dengan mengombinasikan batik tulis dengan printing atau batik printing dengan cat. Ada juga yang berinovasi dengan bermain warna.

    Mereka jagoan dalam menciptakan warna-warna yang berani, tetapi tetap indah. Dijamin enggak nyesel kalau kalian mampir ke Pekalongan!

    sumber:kompas
    Read more

    0 Ivan Gunawan Sosok Glamor.Tapi Sederhana

    Ivan Gunawan (lahir di Jakarta, 31 Desember 1981; umur 29 tahun) bernama asli Ivan Gunawan Putra adalah seorang pembawa acara, perancang busana, dan pemain film. Pria yang mempunyai tinggi badan 185 cm ini mempunyai darah keturunan Jawa, Tionghoa, dan Belanda. Film yang pernah dibintanginya antara lain 5 Sehat 4 Sempurna, ia juga menjadi pembawa acara infotainment di Antv yaitu Espresso juga pernah membintangi beberapa sinetron religius di beberapa TV Swasta.Dia adalah seorang anak diplomat dan juga keponakan dari perancang busana Indonesia, Adjie Notonegoro.
    Di sela-sela pemotretan mode suatu majalah di Jakarta beberapa waktu yang lalu, Ivan Gunawan berbagi cerita mengenai karir dan pandangannya terhadap mode dan gaya hidup akhir-akhir ini. Berawal dari kisah perjalanan karirnya di dunia mode tanah air, usaha menurunkan berat badan, hingga pandangannya terhadap botoks.
    Siapa tak kenal Ivan Gunawan? Tak hanya populer di dunia mode, pria ini pun menjadi salah satu tokoh dunia hiburan lokal melalui kehadirannya dalam film, sinetron, berbagai acara televisi, iklan hingga dunia tarik suara. Meski sarat kontroversi, ia selalu menjadi salah satu Indonesian's sweetheart.

    Ivan Gunawan (lahir di Jakarta, 31 Desember 1981; umur 29 tahun) bernama asli Ivan Gunawan Putra adalah seorang pembawa acara, perancang busana, dan pemain film. Pria yang mempunyai tinggi badan 185 cm ini mempunyai darah keturunan Jawa, Tionghoa, dan Belanda. Film yang pernah dibintanginya antara lain 5 Sehat 4 Sempurna, ia juga menjadi pembawa acara infotainment di Antv yaitu Espresso juga pernah membintangi beberapa sinetron religius di beberapa TV Swasta.Dia adalah seorang anak diplomat dan juga keponakan dari perancang busana Indonesia, Adjie Notonegoro.

    Saat pertama kali membuka butik yang menyajikan busana-busana berlabel namanya sendiri, Ivan Gunawan merupakan orang termuda disana. Bagaimana rasanya menjadi orang termuda di butik yang ia pimpin? Ivan mengakui bahwa pada awalnya ia merasa kurang percaya diri. “Ini karena saya memang tak memiliki butik sendiri sebelumnya. Saya pernah bekerja di butik Adjie Notonegoro selama kira-kira lima tahun. Pada saat itu saja, saya seolah-olah anak bawang disana,”tuturnya. Namun, rasa kurang percaya diri itu semakin terkikis dengan prestasi yang mampu ia tunjukkan. Pada akhirnya ia berpendapat bahwa perbedaan usia dalam pekerjaan itu bukanlah masalah. “Yang penting setiap orang tahu porsi pekerjaannya sampai dimana,” tambahnya.
    Ivan Gunawan pun menyadari betapa besar pengaruh disainer Adjie Notonegoro (yang juga merupakan pamannya) terhadap perjalanan awal karirnya. Tak hanya berbagi ilmu dalam rancang busana, Adjie Notonegoro pun mengajarkannya bagaimana bersosialisasi dalam hidup. Namun, saat ditanya siapa saja disainer yang disukai Ivan karena busana-busana rancangannya, Ivan menyebutkan nama Tom Ford (saat masih berkarya untuk Gucci), Elie Saab, Valentino, Sebastian Gunawan dan Biyan.
    Lalu seperti apa sebenarnya karakter pemakai busana-busana rancangan Ivan Gunawan? “Mereka itu orang-orang yang suka dan mau dilihat oleh banyak orang. Mereka selalu berkeinginan tampil beda,”jawabnya.. Melihat koleksi busana rancangannya dari tahun ke tahun (terutama busana yang dirancang Ivan untuk pria), para pelanggannya juga harus percaya diri. “Jika tidak percaya diri, mereka tak mungkin bisa mengenakan pakaian saya.”
    Ivan memang terkenal akan busana rancangan yang glamor dan lebih berterima di pesta. Meskipun demikian, ia merasa bahwa gaya berbusana pribadinya awur-awuran alias bergantung pada kesibukan dan suasana hatinya. “Saya bisa tampil boyish atau feminin, walau saya tak pernah memakai baju perempuan.” Sehari-hari ia suka memakai celana pendek atau jeans dan sendal (Ivan memiliki kegemaran mengoleksi sendal dan ikat pinggang), tapi terkadang memakai setelan jas saat berada di butik miliknya. Mengenai ikat pinggang, ia mempunyai cerita khusus. “Saya ingat saat berat saya masih 125 kg, saya tak pernah bisa memakai ikat pinggang karena tidak muat. Setelah sekarang tubuh saya sudah lebih proporsional, saya akhirnya gemar mengoleksi ikat pinggang.
    Bobot tubuh Ivan memang sempat mencapai125 kg. Ketika ia mengejutkan masyarakat dengan perubahan drastis tubuhnya yang menjadi atletis (ia bahkan dinobatkan menjadi salah satu selebriti paling fit versi Celebrity Fitness), tentunya ada cerita di balik semua itu. Ia mengaku merasa sangat kesal apabila temannya mengajaknya pergi ke gym. Baginya, gym itu tempat yang membosankan. Namun, Ivan mengatakan bahwa ia mendapat wangsit untuk menguruskan badan. Setelah Celebrity Fitness memberikannya keistimewaan berupa keanggotaan gratis tanpa batasan waktu, Ivan sukses menurunkan berat badannya hingga 30kg. “Walaupun badan saya ini tidak seperti badan model, tapi untuk mencapai ini semua saya anggap sudah luar biasa,” komentarnya.
    Selain berolahraga di gym, saat ini masyarakat mulai menggandrungi botoks untuk menjaga atau meningkatkan penampilan. Ivan pun menganggap upaya tersebut tak ada salahnya dilakukan. “Terus terang saya memakai botoks karena kelenjar keringat saya sangat aktif. Botoks ini membantu agar ketiak saya tetap kering. Dan kalau memang sudah waktunya, tak ada salahnya memakai botoks untuk kecantikan. Kalau sudah kendor dimana-mana, suntik botoks saja. Karena selain aman, it works, dan bisa dilihat langsung hasilnya.”
    Ivan terkenal tak saja di dunia mode, namun juga di dunia hiburan seperti film, sinetron, iklan, acara televisi hingga dunia musik Sebenarnya, bidang apa yang membuat Ivan merasa paling ekspresif? “Wah, sebenarnya saya merasa paling ekspresif itu dalam merancang baju,” ucapnya. Menurutnya, masa depan dalam dunia mode ini lebih baik dibanding dunia hiburan karena dunia hiburan memerlukan raga dan wajah. “Sedangkan dalam dunia mode, selama saya bisa menghasilkan karya, semuanya berjalan lancar.” Ia pun mengakui bahwa dunia hiburan dijalaninya sebagai hobi dan ampuh untuk mengusir kejenuhan akibat terlalu lama berkutat di butik. Komentarnya mengenai dua dunia yang sama-sama membuatnya semakin tenar ini? “Alhamdulillah, Tuhan selalu memberi saya kesempatan. Tapi semuanya itu tanggung jawab agar klien dan semua penggemar saya tidak kecewa.”
    Di antara kesan glamour dan sukaria keartisannya, Ivan Gunawan memang pribadi sanguin yang sederhana.

    http://ivangunawanlovers.blogspot.com/2010/05/ivan-gunawan-as-entertainer.html
    Read more
     
    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More